Jendelariau.com – Rohul – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat berupa peningkatan produktivitas ternak sapi dalam rangka ketahanan pangan di daerah itu.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Rokan Hulu, H Sukiman, yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa (Kades) dan perwakilan kelompok tani (Poktan) se Kabupaten Rohul.

Bupati Sukiman menyampaikan program penguatan ketahanan pangan nabati dan hewani adalah salah satu prioritas penggunaan dana desa selain penurunan beban pengeluaran masyarakat miskin melalui blt Desa, perluasan akses layanan kesehatan sesuai kewenangan desa serta pencegahan dan penurunan stunting di desa.

“Pengembangan sentra pertanian dan peternakan terpadu melalui kegiatan ketahanan pangan hewani bagi pemerintah desa merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung program peningkatan ketahanan pangan di desa,” katanya.

Dikatakan jugabkegiatan tersebut menjadi salah satu program prioritas dan strategis untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Sukiman menambahkan, berdasarkan data badan pusat statistik bahwa prognosa produksi daging sapi atau kerbau dalam negeri pada tahun 2017, tercatat sebesar 354.770 ton, sedangkan perkiraan kebutuhan daging sapi mencapai 604.968 ton. Sehingga untuk memenuhi kekurangan kebutuhan sebanyak 30-40 persen, dipenuhi dengan daging impor.

“Kekurangan penyediaan daging sapi ini menjadi tantangan sekaligus merupakan peluang dalam pembangunan peternakan sapi secara nasional,” ujar Bupati Sukiman.

Bupati juga menambahkan, bahwa pasokan daging sapi impor untuk menutupi kebutuhan daging di Kota-kota besar, merupakan dorongan Pemerintah untuk industri peternakan sapi dan kerbau ke arah hulu, yakni pembibitan dan pengembangbiakan.

“Untuk itu pemerintah akan memperkuat aspek pembenihan dan pembibitan melalui keberadaan balai inseminasi buatan lembang serta 8 balai pembibitan ternak untuk menghasilkan benih dan bibit unggul yang berkualitas,” terang Bupati.

Oleh karena itu, pemerintah mengupayakan serangkaian kebijakan seperti menggeser pola pemeliharaan sapi secara perorangan kearah kelompok dengan pola perkandangan koloni, pengembangan pola integrasi ternak dan tanaman, pengembangan padang gembala dan fasilitasi asuransi usaha ternak sapi.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kepala desa dan perwakilan kelompok tani yang hadir dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola ternak sapi dengan lebih baik. Apalah lagi pelatihan langsung dilaksanakan di Balai Inseminasi Buatan Lembang, jadikan pelatihan sebagai momentum untuk bersinergi dan berinovasi dalam mengembangkan sektor peternakan di Kabupaten Rokan Hulu,” harapnya.(RH1)